Kabar buruk bagi industri ayam di Tanah Air. Tahun ini, Kementerian Perdagangan (Kemdag) akan mematokan harga jual ayam dan telur di tingkat produsen dan konsumen.

Instrumen yang digunakan serupa dan serupa dengan harga eceran tertinggi (HET) dari bahan makanan lainnya. Rencana ini muncul setelah Kemdag melihat kenaikan harga ayam dan telur pada Januari 2018.

Menurut data Kemdag, 4 Januari 2018, harga ayam berkisar antara Rp 33.829 per ekor, harga telur melonjak menjadi Rp 25.824 per kilogram.

Padahal, Peraturan Menteri Perdagangan no. 27 / M-DAG / PER / 5/2017 tentang Arahan Harga Pembelian pada Referensi Petani dan Harga Penjualan Konsumen, pemerintah juga menetapkan harga referensi telur tertinggi di tingkat produsen sebesar Rp 18.000 per kg.

Sedangkan harga referensi tertinggi di level pengguna adalah Rp 22.000 per kg. Sedangkan harga referensi ayam dengan harga peternak Rp 18.000 per kg dan harga referensi di level konsumen Rp 32.000 per kg.

Namun, pemerintah menilai harga referensi kurang efektif dalam mengendalikan harga ayam dan telur.

Akibatnya, DGM Tjahya Widayanti mengatakan, pemerintah akan memperketat pengendalian harga makanan ini agar tidak bergerak liar di kisaran yang terlalu lebar.

Ia menegaskan, Kemdag masih memicu ketentuan. Umumnya aturan ini akan membatasi dan membatasi harga telur dan ayam.

“Tahap awal akan ditetapkan pada tahap pabrikan pertama,” kata Tjahya kepada KONTAN kemarin tanpa menjelaskan kisaran harga dan waktu pelaksanaannya.

Ketua Asosiasi Asuransi Ayam Indonesia (Pinsar) Singgih Januratmoko mengharapkan agar harga ini tidak merugikan peternak.

Saat ini, pemerintah tidak membantu petani saat harga turun. Pinsar menawarkan harga ayam antara Rp 16.500 – Rp 20.000 per kg, dan harga telur Rp 17.000 per kg dan tertinggi Rp 21.000 per kg.

Anton J. Supit, Ketua Asosiasi Petani Peternakan Indonesia, mendesak Kemdag untuk tidak mengesampingkan harganya. Dia mengharapkan harga pangan mengikuti mekanisme pasar yang adil.

“Tahun 2017, peternak ayam bangkrut karena harganya turun 10 bulan,” katanya.

Ketua Pembina Petani Petani Nusantara (PPUN) Sigit Prabowo, mengingatkan agar regulasi harga melalui HET tidak efektif dalam menekan harga pangan.

Lihat, sekarang harga beras dan makanan naik melampaui ketentuan HET.

 

Baca Juga : Harga Ayam